Home Honda Honda Sukses dengan Seamless-Shift Gearbox (SSG), Ducati Gagal Total tapi Bagaimana dengan...

    Honda Sukses dengan Seamless-Shift Gearbox (SSG), Ducati Gagal Total tapi Bagaimana dengan Yamaha?

    SHARE

    2013 Yamaha YZR-M1
    2013 Yamaha YZR-M1

    Mesinbalap.com – Sebuah pertanyaan tiba-tiba muncul dalam benak ini ketika Yamaha berencana akan menguji coba seamless-shift gearbox alias SSG pada tanggal 6 sampai 7 Agustus bulan depan. Ini akan menjadi pengujian pertama Yamaha dengan SSG-nya diluar race track Jepang, dimana sirkuit Brno di pilih menjadi lahan uji coba YZR-M1 dengan SSG.

    “Gearbox kami sangatlah bagus dan memiliki teknologi tinggi”, sahut Yamaha dalam sebuah pernyataan-nya. Pabrikan asal Jepang tersebut yakin bahwa gearbox baru ini mampu meningkatkan performa YZR-M1, meskipun itu adalah kata-kata diatas kertas alias belum ada bukti. Anda pasti ingat ketika Rossi masih di Ducati, dimana dia memberikan feeback kepada engineer-nya untuk mengembangkan gearbox seperti milik Honda.

    Dikabulkanlah permintaan Rossi pada bulan Juni 2011 dan gearbox baru itu resmi mulai digunakan pada Desmo GP11,1 di trek Assen, Belanda. “Ducati Seamless-Transmission” alias DST, itulah gerabox yang mirip SSG Honda yang digunakan Ducati sampai saat ini atas permintaan Rossi dua tahun lalu. Sayangnya, Ducati gagal total meskipun mengadopsi gearbox semacam ini dan melakuakan perubahan chassis berkali-kali.

    Tenggelam sudah berita gearbox Ducati tersebut, kini kita beranjak untuk melihat sejauh mana manfaat yang ditawarkan oleh SSG Yamaha. Banyak yang berharap bahwa perangkat baru Yamaha ini mampu menyaingi apa yang digunakan pada mesin Honda RC213V. Lorenzo merupakan rider yang paling banyak kritik terhadap Yamaha soal gearbox tersebut, maklum dia tahu keunggulan SSG Honda sejak tahun 2011, dimana Stoner sering ngasih asap knalpot ke dia ketika geber RC212V 800cc.

    2013 Honda RC213V
    2013 Honda RC213V

    Ngomongin soal gearbox SSG yang terpasang pada RC212V-RC213V, proyek gearbox baru ini pun dimulai ketika Honda gulung tikar dari balap F1 lima tahun yang lalu dan menarik seluruh engineer-nya dari Honda F1 ke HRC. Dipimpin oleh Shuhei Nakamoto yang juga cabut dari Honda F1 karena krisis finasial global pada saat itu, maka dimulailah proyek seamless-shift gearbox tersebut. Itu juga atas masukkan test rider Honda “Tadayuki Okada” setelah melakukan pengetesan RC212V di Mugello tahun 2008 silam.

    “Chassisnya RC212V sudah cukup baik. Hanya gearbox-nya yang perlu dikembangkan lagi”, kurang lebih itu feedback Okada kepada HRC lima tahun yang lalu setelah mencicipi mesin V4 800cc milik Honda. Tak bisa dipungkiri, memang ada beberapa sentuhan tangan-tangan engineer Honda F1 dalam mengembangkan seamless-shift gearbox ini di Jepang. Menyuntikkan teknologi F1 dan mengembangkannya sedemikian rupa agar sesuai dengan regulasi MotoGP, dimana setiap pabrikan tidak diperbolehkan untuk menggunakan dual-clutch transmission alias gearbox DCT seperti yang banyak digunakan pada mobil balap.

    Casey Stoner - 2011 MotoGP Sepang Tests
    Casey Stoner – 2011 MotoGP Sepang Tests

    Ketika mulai diperkenalkan pada awal 2011 silam pada tes MotoGP Sepang, ternyata banyak menuai protes dari pabrikan lainnya karena Stoner tampil sangat cepat ketika geber RC212V. Honda dituduh mengaplikasikan teknologi gearbox DCT pada mesin RC212V. Gerah dengan tudingan tersebut, maka atas permintaan FIM dibedahlah daleman gearbox itu dan Honda memperlihatkan teknologi itu kepada kepada Tim lainnya, hasilnya wooww diamlah mereka semua yang melihatnya.

    “HRC tentunya tak akan menggunakan perangkat ilegal di MotoGP”, kata Shuhei Nakamoto dua tahun lalu. Belum puas dengan jawaban Nakamoto, maka berkatalah salah satu engineer HRC. “Teknologi serupa sudah lebih dulu diaplikasikan pada mobil balap IndyCar Honda”, ungkap Shinya Matsumoto yang telah mendaftarkan rancangan SSG RCV di kantor paten Jepang.

    Honda RC213V (2013) mengadopsi mesin V4 DOHC 4-valve berkapasitas 1000cc dengan berpendingin liquid-cooled dan dilengkapi seamless-shift gearbox. Mesin V4 prototipe Honda ini mampu memuntahkan output tenaga maksimum lebih dari 228 HP atau sekitar 170 kW. Horsepower RC213V ini terbilang lebih kecil daripada Yamaha M1 dan juga beda banget dengan Honda RC211V (2006) yang dapat mendistribusikan lebih dari 240 HP (176,5 KW).

    2006 Honda RC211V
    2006 Honda RC211V

    Makanya Honda RC211V (specs 2006) ini sangat kencang ketika digeber di trek lurus dibandingkan dengan RC213V yang hanya mendistribusikan sekitar 228 HP. Berkat penggunaa mesin Honda V5 990cc, Yamaha M1 (versi lama) selalu keteteran saat duel di trek lurus dengan RC211V.

    Itu merupakan ciri khas lama generasi pertama Honda RCV (2001-2006) yang kerap menang di trek lurus jika musuhnya adalah M1. Sekarang kebalikannya, gak sama seperti dulu karena rancangan mesinnya pun sudah banyak dirombak, berkat suntikkan teknologi SSG.

    Sementara untuk specs terbaru, Yamaha YZR-M1 (2013) didukung dengan mesin 4-silinder segaris (inline four-cylinder) 1000cc dengan teknologi crossplane crankshaft plus berpendingin liquid-cooled. Daleman mesin M1 saat ini masih menggunakan 6-speed cassette-type gearbox dengan dukungan rasio gear alternatif. Mesin 4-silinder sejajar yang digunakan YZR-M1 ini mampu memuntahkan lebih dari 240 HP atau sekitar 176 KW.

    2005 Yamaha YZR-M1
    2005 Yamaha YZR-M1

    Beda banget dengan RC213V yang hanya mampu mendistribusikan sekitar 228 horsepower. Tapi disisi lain, SSG Honda justru mampu memperlihatkan fungsi gearbox tanpa jeda ini meskipun hanya dengan 228 HP. Nah makanya YZR-M1 sekarang bisa lebih kompetitif di trek tradisional macam Mugello dengan trek lurusnya yang panjang, meskipun hanya bermodalkan gearbox biasa, mungkin berkat tenaga yang lebih gede daripada RC213V, lawong 240 HP lebih.

    Sekarang yang jadi pertanyaan, apa mungkin dengan horsepower yang lebih gede SSG ini gak fungsi alias gak kerasa manfaatnya? Contohnya adalah Ducati, meski menggunakan gearbox macam SSG dengan horsepower lebih gede, buat belok aja pun masih sulit motornya. Honda tentunya dengan mudah bisa meningkatkan output maksimum mesin RC213V, tapi mungkin gak bakal kerasa manfaat SSG.

    Seperti yang dikembangkan Honda, apa mungkin engineer Yamaha bakal menurunkan output mesin M1 dari 240 HP ke sekitar 225 HP agar sesuai dengan tipikal seamless-shift gearbox. Ini hanyalah perkiraan semata dengan penggunaan kata-kata “MUNGKiN”, soalnya yang nulis pun bukan engineer. :D hehehe

    KOMENTAR