Home MotoGP Aragon, Spanyol Yamaha Ingin Bangkitkan Kembali Rivalitas Rossi dan Lorenzo

    Yamaha Ingin Bangkitkan Kembali Rivalitas Rossi dan Lorenzo

    SHARE

    Rossi & Lorenzo - Misano 2013
    Mesinbalap.com – Ketegangan di kubu Yamaha dimulai sejak masuknya Lorenzo ke kelas MotoGP pada 2008 silam. Pembalap GP250cc hasil gemblengan Aprilia ini langsung didaulat untuk mengisi kursi kosong di tim pabrikan Yamaha, tapi siapa sangka tersulutlah api permusuhan antara Rossi dan Lorenzo pada 2008-2010.

    Rossi saat itu masih menjadi pembalap nomor satu di Yamaha dan memiliki prioritas utama daripada Lorenzo. Rossi selalu menunjukkan eksistensinya sebagai pembalap nomor satu Yamaha dan tak ingin dikalahkan oleh juniornya di Garpu Tala. Di setiap race, ada dinding pemisah antara keduanya, alasannya Rossi tak ingin berbagai data setingan M1 dengan kubu Lorenzo.

    Keduanya terlihat seperti orang bisu pada saat itu, nyaris tak ada pembicaraan antara keduanya, meski hanya ngomongin cewek tetangga. :D Namun, sejak Rossi hengkang ke Ducati, perlahan-lahan permusuhan antara keduanya mulai merenggang. Bahkan keduanya sudah akur saat Rossi comeback ke Yamaha tahun ini, bisa dilihat akurnya mereka disetiap race, sudah mau bersalaman pula.

    Permusuhan antara keduanya adalah salah satu hal yang paling dikhawatirkan Yamaha sebelum kembalinya Rossi, tapi untungnya tidak terjadi lagi. Malah Rossi dan Lorenzo terlihat saling berbagi data dan kini sering berkomunikasi di garasi Yamaha guna meningkatkan performa prototipe YZR-M1. Akhirnya manajemen Yamaha pun terkejut dengan kondisi seperti ini, 180 derajat diluar prediksi mereka.

    “Hal seperti itu merupakan kekhawatiran terbesar kami sebelum mengambil keputusan untuk memasukkan mereka kembali bersama-sama dalam satu tim. Kami tidak menginginkan mengalami kesulitan apapun dalam hal keseimbangan tim. Sejak hari pertama kami tidak mengalami masalah apapun dan mereka bekerja sama dengan baik. Mungkin itu sedikit kejutan buat kami”.

    “Mereka tak akan menjadi teman karena mereka berasal dari grup masa lalu dan memiliki kulture yang berbeda. Namun, dalam hal fokus dan profesionalitas, keduanya benar-benar mendedikasikan dirinya untuk pekerjaannya. Dan keduanya telah menyadari bahwa mereka bisa mendapatkan keuntungan dari input masing-masing”, ujar bos Yamaha MotoGP Lin Jarvis.

    KOMENTAR