Home MotoGP Aragon, Spanyol Duo Honda Tak Risau Dengan Ancaman Lorenzo di Aragon

    Duo Honda Tak Risau Dengan Ancaman Lorenzo di Aragon

    SHARE

    Marquez-Pedrosa
    Spanyol, Mesinbalap.com – Performa ciamik Lorenzo mulai muncul sejak MotoGP Silverstone Inggris yang lalu ketika head to head dengan Marquez yang lagi cidera. Lorenzo makin pede di Misano tanpa lawan berarti, menjadi satu-satunya rider Yamaha yang bisa melawan bocah kemarin sore.

    Sejak start, Lorenzo langsung melejit sendirian dibarisan depan, sedikit terinspirasi gaya sohibnya dari negeri kanguru. Pembalap andalan Yamaha ini langsung membuat GAP 1 detik lebih dari Marquez dan Pedrosa yang ada dibelakangnya. Makin lama makin menjauh, Pedrosa dan Marquez akhirnya malah duel sendiri, sementara Rossi memilih mundur ketimbang terjatuh dari pacuannya.

    Strategi Lorenzo sudah pasti tancep gas duluan selepas bendera start dikibarkan, ini strategi yang digunakan Lorenzo akhir-akhir ini sejak mengalami kekalahan berturut-turut dari Marquez. Trik seperti ini diakui Marquez maupun Pedrosa masih menjadi salah satu kekurangan dalam dirinya, dimana merasa merasa kurang pede saat ban Bridgestone masih dalam kondisi dingin.

    “Ya kami memang perlu memperbaikinya karena ini adalah salah satu titik kelemahan saya saat ini. Casey (Stoner) bisa sangat cepat dengan motor ini sejak lap-lap awal, jadi kami pun harus bisa. Kami perlu mencobanya dalam sesi free practice dan warm-up agar bisa lebih kompetitif sejak lap pertama”, ungkap Marquez.

    Podium Duo Repsol Honda

    Seperti diketahui, ketika masih di MotoGP gaya balap Stoner cenderung selalu cepat sejak awal balapan, meski kondisi ban masih cukup dingin. Bahkan ketika Aragon masuk kalender MotoGP pada 2010 lalu, Stoner langsung mendapatkan kemenangan dengan GAP +5 detik dari Pedrosa yang menghuni podium ke-2, GAP +9,4 detik dari Hayden (podium ke-3) dan +9,5 detik dari Lorenzo yang finish diposisi ke-4.

    Hal ini menjadi jawaban mentahan untuk Marquez dan Pedrosa saat membeberkan alasannya kepada Nakamoto di Misano dua pekan lalu. Keduanya dituntut untuk berusaha secepat mungkin sejak lap-lap awal, mengingat dengan motor yang sama Stoner bisa melakukannya.

    “Memang benar, Jorge (Lorenzo) akhir-akhir ini mampu start sangat cepat. Dia menyempurnakan tekniknya dalam beberapa tahun belakangan, tetapi tidak benar jika di setiap balapan dia mampu membuat GAP dua detik pada lap pertama. Juga banyak kemenangan yang telah saya raih dengan cara seperti ini, jadi itu bukanlah sesuatu yang tidak bisa saya lakukan. Tapi hal itu tidak selalu memungkinkan. Ini hanyalah masalah siap dan rasa percaya diri”, komentar Pedrosa.

    Dani Pedrosa

    “Dalam sesi tes, saya banyak bekerja untuk menyempurnakan grip bagian belakang dan tak berhasil sepenuhnya. Namun, kami menemukan beberapa sektor positif, kami harus mencobanya di sini di sebuah trek yang berbeda dan dengan ban yang berbeda. Dan kita lihat apakah itu bisa bekerja secara baik. Ini bukanlah masalah besar tapi kadang-kadang sesuatu yang kecil bisa menjadi baik”, lanjut rider 26 tersebut.

    Di Aragon tahun lalu, Pedrosa sukses memperlebar jaraknya dengan Lorenzo hingga 6,4 detik dan sampai balapan berakhir, GAP 6,4 detik tetap tidak berubah.

    “Jorge sudah memenangkan sebagian besar balapan, mungkin dia lah yang paling kuat. Tapi ingat, Dani menang di sini tahun lalu dan dia sangat cepat. Kami akan mencoba untuk melakukan yang terbaik dan berada di sana bersama mereka. Lima balapan yang tersisa akan sangat penting tetapi yang satu ini adalah balapan yang berbeda, poin semuanya sama”, lanjut Marquez.

    KOMENTAR