Home Ducati Hayden: Ducati Semakin Tertinggal Jauh dari Honda dan Yamaha

    Hayden: Ducati Semakin Tertinggal Jauh dari Honda dan Yamaha

    SHARE

    Nicky Hayden
    MESINBALAP.com – Nicky Hayden yang telah membela Ducati selama hampir lima tahun kini benar-benar merasakan kemunduran yang luar biasa di pabrikan Bologna tersebut. Hayden merasa Ducati saat ini semakin tertinggal jauh di belakang duo pabrikan Jepang Honda dan Yamaha. Bisa dikatakan inilah masa-masa ompongnya Ducati semenjak hengkangnya Stoner.

    Kemudian salah satu hal yang paling ditakutkan Hayden adalah jika Desmosedici semakin sulit bersaing dengan RCV dan M1. Pembalap berdarah Amerika tersebut yakin jika kegagalan Ducati saat ini tak lepas dari kurangnya kepemimpinan teknis di kubu Ducati, termasuk pensiunnya Filippo Preziosi yang telah membantu Ducati berjaya pada masanya.

    Di MotoGP Aragon akhir pekan lalu, Hayden hanya mampu finish diposisi ke-9 dan rekan setimnya di posisi ke-8. Tentunya ini pencapaian yang sangat menyakitkan bagi kubu Ducati, pasalnya GAP antara Hayden dan pembalap terdepan mencapai +53,413 detik. Parahnya Desmo GP13 spek pabrikan tak mampu bertarung melawan empat pacuan tim satelit Honda dan Yamaha. Terakhir kali Ducati naik podium adalah tahun lalu di Misano ketika Rossi masih membela mereka.

    “Sayangnya kami semakin tertinggal jauh. Dengan laboratorium motor yang kita memulai uji coba setelah seri Jerez lalu, mereka pikir itu akan menjadi jauh lebih baik dan pada saat itu tidaklah lebih baik. Mereka sudah banyak bekerja dan banyak mengetesnya dan tak pernah benar-benar melakukan langkah maju”, komentar Hayden kepada MCN.

    Hayden Ducati“Jika anda tidak bisa menyelesaikan masalah itu, anda perlu memahami apa yang sedang terjadi. Sehingga memang benar, mereka mungkin perlu melihat dan memahami, mengapa, apakah itu masalah personil atau hanya kekeliruan saja. Ada banyak insinyur dan orang-orang baik di sana, jadi itu bukan satu-satunya masalah, tetapi saat ini saya bisa mengatakan mereka perlu melihat semua aspek untuk mengetahui mengapa kesenjangan tahun ini tidak semakin dekat”, lanjutnya.

    Mantan pembalap Repsol Honda tersebut semakin yakin jika ompongnya Ducati saat ini jelas karena hilangnya seorang tokoh insinyur penting di dalam kubunya. Filippo Preziosi dihapus begitu saja dalam jajaran manajemen Ducati Corse MotoGP pada akhir tahun lalu. Saat itu, Preziosi dinilai terlalu kaku dalam hal input pengembangan motor, padahal sudah jelas terbukti jika Preziosi berjasa besar di era Casey Stoner saat masih membela Ducati.

    “Menurut pendapat saya, mereka telah kehilangan Filippo (Preziosi). Ada sebuah lubang besar ketika dia meninggalkan kami karena dia sangat terlibat dalam pengembangan motor. Setidaknya dia adalah seorang pemimpin yang jelas jelas baik dan orang-orang bisa mendengarkan perkataannya dan kami tahu siapa yang bertanggung jawab. Anda akan mendapatkan jawaban langsung dan sangat disayangkan bahwa dia sudah tidak ada”, tutup Hayden yang akan hengkang ke squad Aspar Aprilia pada tahun depan.

    KOMENTAR