Home MotoGP Valencia, Spanyol Jelang MotoGP Valencia: Crutchlow Dapat Instruksi Team Order dari Yamaha

    Jelang MotoGP Valencia: Crutchlow Dapat Instruksi Team Order dari Yamaha

    SHARE

    Cal Crutchlow - Motegi 2013
    Valencia, MESINBALAP.com – Yamaha Factory Racing buka-bukaan soal strategi Team Order yang bakal mereka jalankan dalam balapan final hari Minggu nanti. Setelah Rossi, kini instruksi Tem Order diturunkan bagi dua jagoan satelit Yamaha Tech 3, khusunya bagi Cal Crutchlow yang tampil memukau sepanjang musim ini.

    Pembalap berdarah Inggris tersebut menegaskan, Yamaha secara jelas sudah memberikan instruksi kepadanya agar melaju secepat mungkin dan berusaha menumbangkan Marquez. Tapi apa gunanya pula buat Crutchlow lantaran tugasnya di Yamaha bakal berakhir pada hari Minggu nanti tanpa dikasih M1 spek pabrikan? Kecuali Crutchlow masih bertahan di Yamaha musim depan, bisa beda ceritanya.

    “Kami mendapat instruksi yang jelas dari Yamaha untuk melaju secepat mungkin dan berusaha mengalahkan Marquez! Apapun itu caranya, Lorenzo harus menjadi yang tercepat dan yang bisa dia lakukan hanya memenangi balapan ini dan kemudian melihatnya dari belakang. Kami perlu memahami situasinya nanti untuk memastikan”, ungkap Crutchlow kepada Crash mengenai strategi Team Order Yamaha.

    Siapapun juara dunianya tak penting bagi Crutchlow, toh posisinya di klasemen juga tetap tak berubah, masihlah di urutan ke-5. Lagi pula, meski dipaksa main Team order, percuma juga karena dia bukan pembalap resmi Yamaha mulai musim depan. Namun, Crutchlow menilai bahwa Marquez yang paling layak mendapatkan gelar juara dunia tahun ini setelah tampil mengesankan sepanjang musim ini sebagi rookie.

    “Saya pikir Marc layak mendapatkan gelar juara dunia. Tak masalah bagi saya siapa yang bakal menang, tapi saya percaya bahwa Marc layak mendapatkannya. Di tahun pertamanya di MotoGP dengan apa yang dia lakukan berarti dia layak untuk itu. Marc bisa berada dalam posisi yang jauh lebih nyaman saat ini andaikan dia finish di balapan Australia [tanpa black flag]”, tutup Crutchlow.

    KOMENTAR