Home MotoGP Valencia, Spanyol Marquez: Juara Dunia Adalah Mimpi Yang Jadi Kenyataan

    Marquez: Juara Dunia Adalah Mimpi Yang Jadi Kenyataan

    SHARE

    Marc Marquez - 2013 MotoGP World Champion
    Valencia, MESINBALAP.com – Marquez tak pernah menduga sebelumnya jika dirinya bakal menjadi juara dunia MotoGP dengan sangat cepat diluar ekspetasinya, bahkan sebagai seorang rookie. Dengan meluapkan kegembiraannya, rider Repsol Honda ini mengatakan bahwa mimpinya selama ini telah menjadi kenyataan.

    Selama balapan Valencia berlangsung, sang juara dunia terlihat bersikap sangat bijaksana dan menahan emosinya ketika Lorenzo melaju di depannya. Lorenzo finish di podium pertama, sedangkan Marquez dengan santainya merebut tempat ke-3 dengan keunggulan 4 poin dari rivalnya tersebut.

    Alhasil, Marquez menjadi pembalap termuda pertama dalam kelas premier MotoGP yang bisa meraih tahta juara dunia sejak Mbah Kenny Roberts pada 1978 silam.

    “Kami sangat bangga dengan musim debut kami di MotoGP. Juara dunia adalah mimpi yang menjadi kenyataan, lebih awal dari yang kami harapkan. Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Honda, tim saya dan semua orang yang membantu saya. Saya cuman ingin menikmati momen ini”, ujar Marquez dengan nada sumringah.

    Sehari jelang race Valencia, Marquez sendiri sempat memprediksi bahwa dirinya bakal berada di tempat ke-3, sedangkan Lorenzo podium pertama dan Pedrosa ke-2.

    Marc Marquez - 2013 MotoGP World Champion

    “Apa yang saya katakan kemarin itu ada benarnya. Saya mengatakan bahwa Jorge akan menjadi yang pertama, Dani kedua dan saya ketiga”, lanjut sang juara dunia.

    Sejak bendera start dikibarkan sampai 10 lap pertama, jarak masing-masing antara lima pembalap pertama sangat dekat. Lorenzo, Pedrosa, Marquez, Bautista dan Rossi – nyaris jaraknya sangatlah dekat. Dan Marquez merasa kikuk dengan kondisi tersebut dan tak bisa memacu motornya seperti biasanya.

    “Dalam 10 lap pertama, saya agak gugup dan merasa kaku diatas motor. Saya tak bisa membalap dengan gaya khas saya, karena Jorge dan Dani berjuang dan di depan semua penggemar, rasanya sulit jika harus menunggu di posisi ke-3.”

    Pembalap Honda ini mengakui bahwa sejatinya dia ingin bertarung di barisan depan setelah mendapat bisikan-bisikan aneh :D , tetapi Marc keburu sadar dan bermain santai hingga balapan usai.

    Marc Marquez - Repsol Honda

    “Seseorang dalam diriku berkata “ente harus bertarung Marc”. Tapi bagaimanapun, saya cukup pintar dan paham bahwa kejuaraan itu jauh lebih penting daripada satu balapan.”

    Tak lama setelah insiden senggolan Lorenzo-Pedrosa, sontak Marquez mengambil alih posisi terdepan. Tapi semut merah ini sadar betul jika black mamba mengintainya dari belakang. Tak mau mengambil resiko terlalu banyak, akhirnya Marquez lebih memilih tak meladeni laju Lorenzo dan membiarkannya pergi dengan mudah.

    “Setelah Jorge dan Dani melebar [ke pinggir sirkuit], saya melaju ke posisi pertama. Saat saya mendengar derungan mesin Jorge, saya pikir “OKE lah”, silahkan kau pergi duluan. Karena saya melihat dia sedang berjuang begitu keras hari ini dan bukan lawan saya. Kami akan memberikan banyak pertarungan di masa depan.”

    “Rasanya itu seperti balapan terpanjang dalam karir saya, terutama di lap terakhir, saya sangat berhati-hati. Saya tidak banyak memaksa dalam balapan tersebut dan bahkan saya sudah bisa finis ke-3.”

    KOMENTAR