Home MotoGP Ketika Nakamoto Bicara Soal Level Honda-Yamaha dan Ompongnya Ducati

    Ketika Nakamoto Bicara Soal Level Honda-Yamaha dan Ompongnya Ducati

    SHARE

    Shuhei Nakamoto & Livio Suppo
    MESINBALAP.com – Artikel ini merupakan bagian kedua dari wawancara dengan wakil presiden eksekutif HRC Shuhei Nakamoto di sela-sela tes pra-musim MotoGP 2014 di Valencia dua hari yang lalu. Sesi interview sebelumnya bisa dibaca disini.

    Pertama, Nakamoto mengomentari soal tingkat kompetitifitas Honda RC213V dan Yamaha YZR-M1. Mantan direktur teknis senior Honda Racing F1 2000-2008 ini tak pernah meremehkan maupun memandang sebelah mata sang kuda besi M1.

    “Beberapa orang mengatakan bahwa motor kami lebih baik dibandingkan dengan Yamaha, saya tidak berpikir demikian. Tahun ini kami telah memenangkan sejumlah balapan yang sama. Untuk musim depan, jelas kami harus terus berusaha”, ujar Nakamoto.

    Pria kelahiran Tottori Jepang ini melanjutkan, fokus utama HRC dalam mengembangkan prototipe RCV adalah meningkatkan kecepatannya di sektor pertengahan tikungan. Karena jika diamati keunggulan Yamaha M1 selalu terlihat di tikungan yang memanjang seperti Mugello misalnya, sedangkan RCV suka tikungan berkarakter Stop & Go.

    Honda RC213V & Yamaha YZR-M1

    “Tujuan pertama kami adalah jelas untuk meningkatkan kecepatan RCV di pertengahan tikungan. Di sini pembalap kami sudah mencoba evolusi terbaru dari RC213V. Kemudian kami akan melakukan sejumlah perubahan yang diperlukan sebelum sesi tes Sepang mendatang”, lanjutnya.

    “HRC juga harus berhadapan dengan regulasi baru, khususnya yang menyangkut pengurangan konsumsi bahan bakar. Ini bukanlah sebuah tantangan mudah tapi itu sangat berguna karena hasil pengembangannya akan berdampak pada motor produksi massal.”

    Nakamoto lantas menyinggung soal kelas OPEN MotoGP yang mulai disemarakkan tahun depan dan juga soal motor RCV1000R alias versi hemat dari prototipe RC213V. Kelas OPEN digadang-gadang bakal menjadi masa depan bagi balap MotoGP.

    Hiroshi Aoyama - Honda RCV1000R

    “Kesan pertama pembalap yang sudah mencobanya adalah sangat positif. Meskipun tak ada cukup waktu untuk melakukan set-up dan mempelajari lebih lanjut tentang karakter motor tersebut. Saya pikir kelas OPEN MotoGP akan mendapat keuntungan lebih besar berkat penggunaan 24 liter tangki bahan bakar dan ban berkompon lebih lunak.”

    “Saya rasa balapan MotoGP perlu sedikit memangkas power mesin guna membatasi konsumsi bahan bakar. RCV1000R juga memiliki tester selain Stoner, untuk tahun depan kami belum memutuskan apakah kerjasama ini akan terus berlanjut, meskipun kita membicarakannya. Saat ini tidak ada jadwal tes lainnya dengan Casey.”

    Marquez - Honda RC214V

    Namun, orang nomor satu di HRC ini mengakui bahwa Honda tidak tertarik berinvestasi di suatu balapan yang tidak menyediakan wadah untuk melakukan riset dan pengembangan, khususnya untuk sistem elektronik. Pengakuan Nakamoto diatas terkait dengan regulasi baru yang berlaku di kelas OPEN mulai musim depan, dimana semua pacuan privater wajib menggunakan ECU standar Magneti Marelli.

    “Kami tidak tertarik untuk berinvestasi di suatu kelas [MotoGP] dimana tidak ada pengembangan, terutama untuk sistem elektronik. Inilah apa yang dipikirkan Honda, produsen lainnya tidak tahu.”

    Intinya semua sistem elektroniknya dipasok Magneti Marelli, bukan buatan pabrikan masing-masing. Nah itu maksud Nakamoto “tidak ada pengembangan, terutama untuk sistem elektronik”. Sedangkan mengenai usulan regulasi baru untuk batasan bobot pembalap, Nakamoto juga mengomentari.

    “Saya benar-benar setuju, mengingat bobot para pembalap [memang berbeda]. Bobot [mereka] yang lebih ringan mungkin juga memberikan keuntungan dalam sektor akselerasi, tapi kemudian [mereka] berjuang mati-matian mengendalikan motornya dalam situasi lain, seperti saat melakukan pengereman. Bagi Dani, itu bukan hal yang mudah saat memacu motor.”

    Honda RC214V

    Yang terakhir, Nakamoto menyentil Ducati dengan maksud membantu mereka agar bisa kompetitif lagi seperti beberapa tahun silam, seperti yang pernah dilakukan Yamaha dengan Cagiva di era 1990an di kelas GP500cc. Ducati kini layaknya macan ompong sejak ditinggal Casey Stoner pada 2010 silam. Dia juga mengomentari soal Gigi Dall’Igna yang kini menjabat sebagai pimpinan direktur teknis Ducati Corse.

    “Kini mereka punya pimpinan direktur teknis yang sangat bagus, saya tidak berpikir mereka membutuhkannya. Tetapi jika mereka perlu bantuan, kami juga bisa menawarkan bantuan kami”, pungkasnya.

    KOMENTAR