Home MotoGP Nakamoto: Dorna Paksa Regulasi ECU Tunggal, Honda Pasti Tinggalkan MotoGP

    Nakamoto: Dorna Paksa Regulasi ECU Tunggal, Honda Pasti Tinggalkan MotoGP

    SHARE

    Honda RC213V - Jerez 2013
    MESINBALAP.com – Honda sekali lagi mengancam bakal tinggalkan MotoGP andaikan Dorna paksa semua pabrikan untuk menggunakan ECU standar pada 2017 mendatang. Saat ini Dorna sedang getol-getolnya merevisi regulasi balap MotoGP, termasuk untuk masalah sistem kelistrikan ECU tersebut.

    Maksudnya ECU standar disini adalah ECU bikinan Magneti Marelli dengan spek sama dan akan dipasok ke semua tim MotoGP, tak terkecuali buat tim pabrikan. Sehingga semua pabrikan tak akan punya kendali apapun dalam mengembangkan sistem elektronik untuk pacuan mereka masing-masing.

    Nah hal inilah yang bikin Nakamoto kebakaran jenggot untuk kedua kalinya karena jika itu benar-benar terjadi, maka jelas tak ada tempat lagi buat pabrikan untuk riset teknologi mereka, termasuk dalam hal sistem ECU (Electronic Control Unit).

    “Jika MotoGP dipaksa untuk menggunakan ECU tunggal, maka 99 persen Honda pasti akan tinggalkan MotoGP”, jelas wakil presiden HRC Shuhei Nakamoto.

    Wajar jika Honda menolak karena balap MotoGP bagi mereka merupakan tempat paling bagus untuk melakukan riset teknologi. Logikanya buat apa buang-buang banyak duit jika pengembangan motor saja dibatasi, ya mending cabut saja. Pengembangan teknologi di MotoGP sedikit banyak memang ada manfaatnya untuk motor produksi massal.

    Repsol Honda - Tes Jerez 2013

    “Alasan mengapa Honda memasuki balap Grand Prix MotoGP adalah perlunya dalam mengembangkan teknologi, bahkan kami berpikir MotoGP merupakan tempat terbaik untuk menguji teknologi”, lanjutnya.

    Pastinya tak hanya Honda yang menganggap MotoGP sebagai tempat terbaik untuk riset teknologi dan pengembangan motor. Contoh lainnya yang mudah dijumpai adalah Yamaha yang selalu mengait-ngaitkan MotoGP dengan motor produksi mereka dan teknologinya diklaim berasal dari MotoGP. Nah itu sudah jadi bukti betapa pentinggnya balap MotoGP untuk riset teknologi disamping jualan, entah apapun itu teknologinya.

    “Jika peluang untuk melakukan pengembangan dirampas begitu saja, maka sudah pasti Honda kehilangan alasan yang sangat penting (alasan mengembangkan teknologi), bahkan itu salah satu alasan fundamental untuk menghabiskan semua uangnya”, beber mantan bos Honda F1 ini.

    Elektronik RCV Series

    BACA JUGA: Corner Speed Jadi Target Utama Penyempurnaan RC213V

    Balapan bukan hanya soal tontonan tapi juga soal bisnis, jualan produk, karir pembalap dan pengembangan teknologi bagi pabrikan yang ikut serta. Tentunya MotoGP tak akan bisa lepas dari empat hal tersebut, dan masih ada hal-hal lainnya yang tak perlu disebutkan satu persatu karena bisa panjang artikelnya. :D

    “Honda bukanlah pemain baru (di MotoGP), saya sudah mengatakannya berkali-kali dan saya tidak bercanda. Jika Carmelo Ezpeleta (Bos Dorna) bertujuan ingin menghentikan pengembangan, maka tak ada alasan lagi bagi produsen seperti Honda untuk melanjutkan balapan di MotoGP”, jelas Nakamoto.

    Mungkin yang ada dibenak pikirannya “kalo begini ceritanya, ahh mending fokus balapan di Superbike saja yang jelas-jelas menggunakan motor produksi massal”, ya lebih ngirit dana bro ketimbang di MotoGP menghabiskan banyak duit tapi dilarang melakukan pengembangan. :D

    Marquez - MotoGP Laguna Seca 2013

    Sebenarnya isu pemaksaan penggunaan ECU tunggal sudah berhembus sejak lama dengan alasan untuk memangkas biaya di MotoGP dan untuk mempermudah produsen lainnya yang ingin masuk ke MotoGP. Dan Honda adalah salah satu pabrikan yang paling keras menolak penggunaan ECU tunggal.

    Maka diambilah jalan pintas dengan menelurkan pacuan kelas OPEN dengan ECU standar bikinan Magneti Marelli dan 24 liter bahan bakar. Sedangkan asupan bahan bakar motor pabrikan akan dipangkas dari 21 liter menjadi 20 liter. Tahun depan kita akan melihat pacuan-pacuan kelas OPEN bertarung di MotoGP seperti Honda RCV1000R dan Yamaha YZR-M1 KW3.

    KOMENTAR