Home MotoGP Bukan Murni M1 spek OPEN Class, NGM Forward Racing Diganjar 5 Mesin...

    Bukan Murni M1 spek OPEN Class, NGM Forward Racing Diganjar 5 Mesin per Musim

    SHARE

    Yamaha FTR-M1 Forward Racing
    MESINBALAP.com – Aleix Espargaro jadi sorotan publik sepanjang tes MotoGP Sepang pekan ini, dia jadi kontroversial lantaran mampu menghajar pembalap pabrikan Yamaha beserta tim Satelitnya. Pada tes hari pertama, mas Garo sudah nongkrong di posisi ke-7, lantas dia lanjutkan masuk ke posisi lima besar pada tes hari ke-2. Malahan dia nempel bang Rossi dan menggampar bang Jorge.

    Sebaliknya, Colin Edwards yang juga joki Yamaha FTR-M1 tak sanggup tampil gemilang sepanjang tes atau bahkan masuk ke 10 besar saja dia ngos-ngos’an, mungkin karena sudah tua. Edwards berada diposisi ke-11 pada tes pembuka hari Selasa, lantas dia lanjutkan konsistensinya dengan berdiri di podium ke-15. Bodoh, mana ada podium ke-15. :mrgreen:  Edwards juga joki NGM Mobile Forward Racing, rekan setim bang Garo yang sudah berumur.

    Lantas yang jadi pertanyaan, mesin M1 apa yang dipakai Aleix? Tentu pemirsa di rumah akan bertanya-tanya lantaran Aleix mengacaukan formasi pembalap papan atas sepanjang tes berlangsung, baguslah tim pabrikan-satelit Yamaha diobrak abrik sendiri. :D

    Nah faktanya mulai terkuak, Yamaha hanya akan memasok lima mesin per musim per pembalap untuk tim NGM Forward Racing. Bukan murni mesin spek OPEN class, karena Forward Racing mencangkokkan mesin M1 bekas juara ke sasis FTR dengan piranti elektronik standar Magneti Marelli dan 24 liter bahan bakar. Hal sebaliknya terjadi pada Honda RCV1000R yang akan mendapat jatah 12 mesin per musim per pembalap.

    Aleix Espargaro - Yamaha NGM Forward Racing

    Makanya RCV1000R versi produksi tak berkutik sama sekali, malah kedoroan tetapi untung tidak ndlosor. Masalahnya hanya tiga, Hayden rewel, Nakamoto jadi galau dan Suppo kebakaran jenggot. :mrgreen:  Prisipal HRC Livio Suppo langsung mengkritik pedas performa FTR-M1, katanya M1 pabrikan berkedok motor Open class. Kasus serupa pernah terjadi di Moto3, sesuai regulasi Moto3 Honda membuat motor paket hemat, KTM menawarkan motor super cepat. Entahlah, namanya juga bisnis, pasti ada sisi politiknya seperti pemilu.

    Itulah kenapa Yamaha tidak menjual mesin M1 ke tim privater tetapi lebih suka menyewakannya, alasan klasik tak mau teknologinya bocor. Bagaimanapun, Honda dan Yamaha punya filosofi yang berbeda di perusahaannya masing-masing. Contoh gampang, Honda selalu mengambil lulusan muda jebolan Universitas Tokyo setiap tahunnya untuk dijadikan insinyur-insinyur muda HRC. Alasannya agar HRC mendapat ide-ide segar dari kaum muda, yang justu berbeda dengan Yamaha. Edan kowe, kok malah ngomongin Honda.  8-O

    “Saya sangat puas karena pagi ini saya bisa memperbaiki catatan lap saya dan saya memacu dengan kepercayaan diri yang baik. Tentu saja, ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Saya perlu tahu motor ini lebih dalam dan mengadaptasikan gaya balap saya ke mesin baru ini. Besok kami akan menguji coba jangka panjang agar lebih memahami bagaimana motor ini, terutama pada elektronik”, komentar Aleix.

    Photo Credit: © GPOne/Crash

    KOMENTAR