Home MotoGP Nakamoto Menduga Motor Open Class Yamaha adalah Prototipe Pabrikan

    Nakamoto Menduga Motor Open Class Yamaha adalah Prototipe Pabrikan

    SHARE

    Shuhei Nakamoto - Tes SepangMESINBALAP.com – Penampilan gemilang Aleix Espargaro menuai banyak kontroversi di paddock MotoGP Sepang lantaran dirinya memacu Yamaha FTR-M1 di kelas Open. Saat berita ini ditulis, Aleix mampu berada diposisi ke-4 dengan GAP sangat dekat dan menempel ketat tiga pembalap terdepan, termasuk Marc Marquez, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo. Bahkan semua tim satelit dan motor Open class lainnya dihajar habis tak tersisa.

    Terkait hal tersebut, wakil presiden HRC Shuhei Nakamoto langsung melontarkan komentarnya, setelah sebelumnya kritikan pedas datang dari Livio Suppo. Motor produksi RCV1000R tak berdaya melawan Yamaha FTR-M1, tapi ada secuil fakta yang harus diungkapkan. Nicky Hayden sang penggeber RCV1000R tercecer di posisi ke-13, sedangkan Aleix nangkring di empat besar.

    Ini GAP yang sangat konyol :mrgreen: , mengingat Open class ibaratnya adalah motor MotoGP dengan spesifikasi dibawah tim satelit. Sekilas ini seperti motor Crutchlow tahun lalu yang kerap menempel pembalap pabrikan. Nakamoto lantas menilai bahwa motor Open class Yamaha adalah murni prototipe YZR-M1 pabrikan spek 2013, hanya saja sasisnya sedikit berbeda.

    Berikut cuplikan interview dengan Nakamoto di Sepang.

    Pol & Aleix Espargaro - Sepang Test

    “Motor Open class Yamaha adalah motor pabrikan tahun lalu (YZR-M1), setidaknya itu adalah apa yang saya lihat dari luar”, pendapat Shuhei Nakamoto selaku wakil presiden eksekutif HRC.

    “Kami telah memilih pendekatan yang berbeda. Untuk menjaga harga berada dikisaran satu juta 200 ribu Euro, kami harus menawarkannya tanpa katup pneumatik, seamless-shift gearbox dan menggunakan suspensi yang berbeda. Komponen lainnya mirip dengan motor pabrikan, seperti sasis. Selain itu, kami tidak menyewakan sepeda motor kami, tapi kami menjualnya.”

    “Yamaha tidaklah melakukan suatu hal yang tidak biasa, “cukup” merupakan filosofi sejati Open class menurut hemat saya. Mungkin kami harus membaca regulasi itu sekali lagi”, gurau Nakamoto. Di Tokyo, mereka juga bisa memutuskan untuk menyewa motor spesifikasi tahun lalu dan itu akan jauh lebih mudah.”

    Nicky Hayden - Tes Sepang 2014

    “Tapi sekali lagi, pendekatan kami berbeda. Anda pastinya juga tidak ingin memberikan diluar teknologi yang kami gunakan pada motor kami. Motor kami memang tidak mudah dikendarai. Singkatnya, Yamaha lebih mudah berkat kecepatan-nya di tikungan. Ketika ada update untuk mesin dalam rotasi yang normal kami akan mengenalkannya kepada mereka. Katup pneumatik bagaimanapun adalah dikecualikan. Faktanya ini adalah ide mereka (Dorna).”

    “Saya tidak berbicara dari sudut pandang perusahaan. Bagi kami pengembangan adalah hal paling penting. Jika tidak ada kesempatan, kami akan lebih sedikit mengikuti balapan. Saya tak hanya berbicara tentang elektronik tetapi juga kuota mesin dan pembatasan konsumsi bahan bakar.”

    Sumber: GPOne
    Photo Credit: © Speedweek

    KOMENTAR