Home Honda Sebuah Evolusi Panjang dari Honda RC142 hingga RC213V

    Sebuah Evolusi Panjang dari Honda RC142 hingga RC213V

    SHARE

    Honda RC142
    MESINBALAP.com – Semua pemerhati ajang balap motor paling bergengsi di dunia, MotoGP, pasti sudah tahu segudang prestasi yang berhasil digondol oleh si Baby Alien, Marc Marquez. Mulai dari pebalap termuda yang memenangkan MotoGP, pebalap rookie pertama pemegang pole position terbanyak hingga rookie pertama yang memenangkan kelas intermediate dan kelas premier.

    Tentu saja, raihan Marquez tersebut ditopang oleh performa Honda RC213V yang ciamik. Semua pencapaian Honda di beragam gelaran adu kebut bukan didapat secara instan. Pabrikan bentukan Soichiro Honda ini sudah menerapkan inovasi teknologi di ranah balap sejak lama. Dan buah dari riset tersebut kini kerap diimplementasikan pada semua produk-produk andalannya.

    Paska Perang Dunia II, tepatnya pada 1949, FIM (Federation Internationale de Motorcylisme) dibentuk dan balapan Isle of Man TT seri perdana pun digelar di Pulau Isle of Man. Hingga pertengahan 50-an, seluruh seri World GP dilangsungkan secara ekslusif di belahan bumi Eropa. Pabrikan yang berlaga pun seluruhnya adalah produsen motor asal Eropa.

    Pada tahun 1959, Isle of Man TT menyaksikan untuk pertama kalinya kedatangan tim pabrikan dari Jepang dalam seri World GP. Brosis tentu udah tau kan pabrikan yang dimaksud. Jelas Honda! Untuk berlaga pada saat itu, Soichiro Honda mengirimkan empat buah motor Honda yang berkapasitas 125cc, Honda RC142. Meskipun hanya memiliki kapasitas mesin sebesar 124.6 cc, motor tersebut mampu memuntahkan power maksimal sebesar 18PS pada putaran mesin 13.000 RPM. Ditambah lagi, RC142 hanya memiliki berat kosong 87kg sehingga menjadikannya motor yang kompetitif dalam balapan tersebut.

    Selain motor, Honda juga mengimpor empat pebalapnya, Naomi Taniguchi, Giichi Suzuki, Teisuke Tanaka dan Junzo Suzuki. Memang pada saat balapan tersebut Honda belum menang. Naomi Taniguchi finish di urutan ke 6, disusul oleh Giichi Suzuku dan Teisuke Tanaka di urutan 7 dan 8. Sedangkan Junzo Suzuki harus puas finish di urutan ke-11.

    Naomi Taniguchi

    Dengan partisipasinya di ajang tersebut, Honda berhasil membuka mata dunia bahwa mesin buatan Jepang yang sebelumnya diolok-olok, ternyata mampu finish di posisi 10 besar. Ditambah lagi faktor pebalapnya yang masih muda-muda semua. Baru kisaran 20 tahunan Brosis.

    Berbekal pengalaman dari WGP pertama-nya, Soichiro Honda bertekad untuk membangun motor yang lebih kompetitif. Pabrikan-pabrikan Eropa pun mulai mewaspadai kehadiran Honda yang mereka sebut “strange machines from the East.”

    Nah yang Brosis mesti tahu nih, pada 2009 yang lalu Honda mengadakan selebrasi “50th Anniversary World Championship Racing”. Motor RC142 yang menandakan awal mula partisipasi Honda dalam perhelatan balap Internasional itu sukses direstorasi.

    Kalo cuma motornya doang kan gak rame tuh Brosis. Makanya, tidak ketinggalan juga sang pembalap orisinalnya pun dipanggil. Taniguchi yang saat itu sudah berusia 73 tahun nampak masih bisa mengendalikan motor RC142 dengan baik di Sirkuit Twin Ring Motegi. Ia tidak tampak ragu dalam membesut motor tersebut.

    Tahun demi tahun teknologi terus berkembang. Bahkan nama ajang World Grand Prix terus berganti hingga menjadi MotoGP yang Brosis kenal sekarang. Motor Honda terus berevolusi, dari RC142 hingga RC213V. Brosis mungkin ingat ada kata bijak, “Orang tidak berani mencoba, maka selamanya tidak akan pernah tahu.” Coba deh Brosis bayangin, seandainya Soichiro Honda tidak “nekat” ikutan World GP pada tahun 1959 yang lalu. Mungkin Brosis gak bakalan kenal sama yang namanya Dani Pedrosa dan Marc Marquez. :D

    Sumber: Welovehonda

    KOMENTAR