Home Honda Yamaha FTR-M1 vs Honda RCV1000R: Mesin Prototipe vs Motor Produksi

    Yamaha FTR-M1 vs Honda RCV1000R: Mesin Prototipe vs Motor Produksi

    SHARE

    Nicky Hayden - Drive M7 Aspar Honda
    MESINBALAP.com – Honda Racing Corporation seakan ditampar Yamaha selama uji coba pra-musim di sirkuit Sepang kemarin lantaran pacuan Open class mereka jadi bulan-bulanan Aleix Espargaro. Siapa sangka GAP antara RCV1000R versi produksi dengan Yamaha FTR-M1 terlampau sungguh terlalu, ya sungguh terlalu jauh ndroo. :mrgreen: Disini politik bisnis bermain alias trik jualan, lantaran pengguna RCV1000R ada tiga tim, sedangkan FTR-M1 hanya satu tim.

    Honda menjual RCV1000R untuk tiga tim yang meliputi Drive M7 Aspar (Nicky Hayden & Hiroshi Aoyama), GO&FUN Honda Gresini (Scott Redding) dan Cardion AB Motoracing (Karel Abraham). Jadi ada empat pembalap yang menggunakan RCV1000R. Sedangkan Yamaha hanya laku dua saja untuk dua rider, itu pun dengan sistem sewa untuk NGM Forward Racing (Aleix Espargaro & Colin Edwards). Nah itu dia Yamaha sukses membuat shock pengguna RCV versi produksi, tapi ini hal biasa dalam trik jualan.

    Masalahnya hanya Aleix yang mampu merangsek posisi empat besar, sedangkan Colin Edwards seakan jadi pelengkap. Itu yang jadi tanda tanya ndroo, kalau pun masalah umur pastinya Hayden dan Edwards hampir sama tuannya kan :mrgreen: , sedangkan Aleix dan Redding masih tergolong berdarah muda. Jadi secara kasat mata dapat disimpulkan bahwa Yamaha memberikan prioritas lebih terhadap Aleix ketimbang bang Colin.

    Aleix Espargaro - NGM Forward Racing Yamaha

    Oke lanjut soal mesin. Meskipun tergolong masuk di Open Class, Yamaha tak sungkan-sungkan memberikan mesin M1 pabrikan untuk Aleix alias prototipe, bukan versi produksi seperti RCV1000R. Jadi bukan mesin kelas 2?? Ya bukan lah ndroo, namanya saja prototipe dan kabarnya mesinnya sama persis dengan YZR-M1 yang dipakai Rossi dan Lorenzo. Berarti kemungkinan besar Yamaha juga memasang klep pneumatik dan seamless-shift gearbox pada pacuan Aleix.

    Jika menganalisa hasil akhir tes MotoGP Sepang kemarin, Aleix adalah pembalap ketiga Yamaha yang mampu bermain dikisaran angka 1 menit 59+ detik. Sama dengan Rossi dan Lorenzo yang juga mencatatkan lap time dikisaran angka 1 menit 59+ detik, sementara GAP Aleix dengan Lorenzo hanya terpaut 0,132 detik. Nah herannya, duo Yamaha Tech 3 tercecer dengan lap time rata-rata 2 menit keatas. Jadi jangan heran lagi karena SSG dan klep pneumatik bisa saja diberikan pada motornya bang Aleix.

    Colin Edwards - NGM Forward Racing Yamaha

    Agar memenuhi regulasi Open class, tentunya Yamaha FTR-M1 sudah mengaplikasikan ECU standar Magneti Marelli dari Dorna plus softwarenya dan 24 liter bahan bakar, serta diuntungkan dengan penggunaan ban Bridgestone berkompon lunak. Sasisnya garapan FTR tetapi rumornya Yamaha telah memberikan sample sasis YZR-M1 terlebih dulu kepada mereka sebelum digarap dan itu sama persis seperti yang digunakan pembalap pabrikan Yamaha.

    Benar begitu?? Menurut Giovanni Cuzari selaku pemilik Tim NGM Mobile Forward Racing, dia pernah mengatakan bahwa Yamaha setuju untuk memasok paket lengkap Yamaha YZR-M1 ke tim mereka, termasuk mesin, sasis, swingarm dan fairing. Pantas saja Livio Suppo mengatakan ini motor prototipe berkedok Open Class, tapi yo wes ndak apa-apa Ndroo.

    Scott Redding - GO&FUN Honda Gresini

    Setiap pembalap Open class diijinkan untuk menggunakan hingga 12 mesin per musim. Tetapi dalam kasus Forward Racing, Yamaha hanya akan memasok 5 unit mesin per pembalap per musim (tiga unit mesin baru dan dua unit mesin dibangun ulang), sebagaimana tertulis di motogp.com. Jadi ini motor Open class rasa pabrikan? Yoi ndroo, makanya jangan terkaget-kaget lagi jika RCV1000R versi produksi dijabanin FTR-M1 pacuan Aleix saat balapan berlangsung.

    Honda niatnya memang membuat motor versi hemat biaya di MotoGP, tetapi ndak taunya dikampleng Yamaha dari belakang. Aduhh sakit ndroo. :mrgreen: Ini persis seperti yang terjadi di kelas cebong alias Moto3, dimana Honda membuat versi hemat NSF250R, ehh ndak tanya diobrak abrik pasukan KTM selama dua tahun kalau tidak salah. Tahun lalu saja GAP antara pasukan KTM RC250GP dan Honda NSF250R terlampau sungguh terlalu, makanya tahun ini Honda terlihat ambisius merevisi NSF250R seperti meningkatkan horsepowernya.

    Hiroshi Aoyama - Drive M7 Aspar Honda

    Dari sisi tontonan memang oke, Aleix bisa saja membuat kejuatan bagi pembalap pabrikan dan itu bisa jadi hiburan maupun dagelan. Tapi dilihat dari sisi spesifikasi, mungkin kesenjangan alias GAP-nya sungguh terlalu jauh antara RCV1000R dan FTR-M1. Jelas Yamaha tak ingin teknologinya bocor ke publik, makanya mereka memilih menyewakan mesin M1 ke Forward Racing dengan perjanjian tertulis.

    Sama halnya dengan Yamaha, Honda juga tidak ingin teknologinya bocor, makanya mereka memilih menjual versi produksi RCV1000R (KW3/downgrade) tanpa klep pneumatik dan seamless-shift gearbox. Andaikan RCV1000R harus diupgrade agar sama persis seperti RC213V, berarti Honda seharusnya menyewakannya ke tim-tim yang berminat. Bukan lagi dijual donk? Ya iyalah ndroo, mana ada pabrikan yang mau menjual teknologi barunya, Yamaha saja menggunakan sistem sewa di Open class.

    Karel Abraham - Cardion AB Motoracing Honda

    Agar bisa kompetitif melawan Yamaha FTR-M1 di Open class, HRC sepertinya memang wajib meng-upgrade RCV1000R dengan spesifikasi yang sama seperti prototipe RC213V. Itu baru namanya joss gandoz, gak timpang persaingannya. Tapi ya itu dia masalahnya, konsumen sudah terlanjur beli, bakal jadi masalah lagi jika diupgrade dan harus dirubah dengan sistem sewa. Kan sudah dibilang, tak ada pabrikan yang mau menjual teknologi barunya, baik Yamaha maupun Honda. Jika pun dijual, mungkin hanya sales letter-nya saja. Cangkam itu ndroo…  :mrgreen:

    Yamaha FTR-M1 vs Honda RCV1000R ibarat motor full oprekan melawan motor standar Don, are you sure ndroo?? Wahh mirip kasus R15 versi balap full oprekan vs CB150R semi-oprekan??? Entahlah awak ndak mau berspekulasi, yang penting selamat kebakaran jenggot.  :mrgreen:

    KOMENTAR