Home MotoGP Fakta: Yamaha dan Honda Tak Setuju Pemberlakuan ECU Tunggal di MotoGP!!

    Fakta: Yamaha dan Honda Tak Setuju Pemberlakuan ECU Tunggal di MotoGP!!

    SHARE

    Yamaha YZR-M1 2014, Valentino Rossi - Sepang
    MESINBALAP.com – Berungkali Honda telah mengancam Dorna bakal meninggalkan MotoGP jika pemberlakukan regulasi ECU tunggal disemarakkan. Siapa yang mengancam, Nakamoto kah?? Bukan, tapi seluruh petinggi Honda. Makanya langsung kendur niat Dorna dalam memberlakukan regulasi tersebut. ECU tunggal yang dimaksud disini adalah penggunaan hardware lengkap beserta software-nya dari Magneti Marelli.

    Mulai tahun ini sampai setidaknya tahun 2016 semua tim factory class MotoGP wajib menggunakan hardware ECU dari Magneti Marelli dengan software bikinan pabrikan masing-masing. Tapi syaratnya harus ngirit bahan bakar, hanya 20 liter dan jatah lima mesin per pembalap per musim. Open class radak longgar dengan 24 liter bahan bakar, bebas mengembangkan motor sepanjang musim dan dikasih 12 mesin per musim, kecuali tim Forward Racing.

    Yamaha memang tak memberikan ancaman mundur dari MotoGP, tetapi mereka telah mendukung pendapat Honda dalam menolak pemberlakukan ECU tunggal. Itu hal biasa mengingat Honda adalah pemimpin MSMA (Motorcycle Sports Manufacturers’ Association), sehingga suara Honda di Jepang selalui diamini oleh Yamaha, Suzuki dan Kawasaki. Memang solid dan kompak gerombolan pabrikan Jepang, sayangnya Ducati sendirian diberondong senapan angin merek Jepang.  :mrgreen:

    Itulah kenapa Ducati ingin memberontak dan masuk ke Open class, sudah tak punya suara, tak punya pendukung pula. Emangnya pemlu ndroo?? :mrgreen: Masuk ke Open class Ducati bebas longgar dan santai tanpa tekanan dengan 24 liter bahan bakar dan 12 mesin per musim, terlebih bebas mengembangkan mesin sepanjang musim balap berjalan. Dengan 5 mesin per musim jelas Ducati bakal keteteran, ingat tahun lalu kan bagaimana perjuangan mereka tak berkutik dihajar duo merek Jepang?

    Repsol Honda, HRC - Sepang

    “Andaikan MotoGP itu semuanya mesin Open class? Ini adalah ide Carmelo (Ezpeleta). Posisi Honda jelas. Honda ada di sini karena kami tertarik untuk mengembangkan mesin. Jika kami tidak dapat mengembangkan mesin di sini, kami kehilangan kesempatan untuk melanjutkan balapan”, ujar wapres HRC Shuhei Nakamoto, dikutip dari Crash.

    “Ini adalah pendapat anggota dewan Honda, bukan diriku sendiri. Jika semua regulasi mengatakan, ‘Anda tidak boleh mengembangkan software, semuanya adalah tetap (aturan tidak dapat dirubah)’. Segera Honda akan menghentikan aktifitas balapan.”

    “Tahun lalu, desainer mesin balap hanya berkonsentrasi untuk membuat mesin yang kuat lebih bertenaga. Sekarang insinyur tetap harus mempertahankan performa sambil membuat mesin berumur panjang. Kami menemukan beberapa teknologi yang menarik dan material teknis dari ini. Hal ini cukup berguna untuk masa depan.”

    “Kami akan menemukan lebih banyak lagi dengan perubahan 21 liter menjadi 20 liter bahan bakar untuk tahun ini. Dengan 24 liter bahan bakar (open class) kami tidak dapat menemukan apa pun. Tapi 20 liter, lima mesin dan software adalah semua area penting bagi sepeda motor masa depan.”

    “Ini seperti perubahan dari komputer Mac ke Windows. Kami melakukan perubahan dari ECU Honda ke Magneti Marelli, total biayanya sangat besar. Kami juga harus membeli sistem analisis data dari Magneti Marelli. Biayanya bukan main.”

    “Tahun lalu ECU Honda lebih kecil, lebih murah dan kapasitasnya lebih banyak! Hardware Magneti Marelli 50 persen lebih mahal daripada satu unit ECU Honda. Jadi itu mahal, hardware, data analysis dan software. Bukan main.”

    Sumber: crash.net

    KOMENTAR