Home MotoGP MotoGP 2014: Benarkah Regulasi Open Class Penuh dengan Permainan?

    MotoGP 2014: Benarkah Regulasi Open Class Penuh dengan Permainan?

    SHARE

    Andrea Dovizioso - Ducati, Sepang 2014
    MESINBALAP.com – Promotor MotoGP menginginkan semua tim dan pabrikan untuk menggunakan ECU standar Magneti Marelli mulai tahun 2016. Itu berarti semua tim masuk ke format Open class dengan jatah 12 mesin per musim dan bebas mengembangkan mesin sepanjang musim bergulir, plus 24 liter bahan bakar dan ban berkompon lunak. Berbeda dengan format saat ini, dimana mesin dibekukan dan tidak boleh dimodifikasi sepanjang musim balap berlangsung.

    Dengan 12 mesin per musim berarti biaya bakal membengkak lagi? Belum lagi pengembangan mesin dibebaskan sepanjang tahun, yang paling diuntungkan pastinya tim papan atas karena punya fulus lebih banyak. Dorna beralasan dengan menggunakan ECU yang sama, maka semua tim di MotoGP bisa kompetitif dan GAP tidak terlampau terlalu jauh. Memang benar, MotoGP perlu tontonan seru agar bokong penonton tak terasa panas berjam-jam. Tapi apa iya hanya itu alasan Dorna?

    Format Open class memperbolehkan tim menggunakan motor prototipe, tapi itu juga tergantung kebijakan pabrikan yang bersangkutan mau memberikan atau tidak. Syarat wajibnya saat ini hanya ECU Magneti Marelli (hardware & software), terserah tim mau mengembangkan mesin seperti apa bebas, bahkan sampai duit habis pun boleh. Berarti regulasi MotoGP sudah mengesampingkan faktor hemat biaya dengan catatan jika semua tim beralih ke format Open class semuanya? 12 mesin per musim, bukan lima mesin lagi.

    WAJIB BACA: Yamaha FTR-M1 vs Honda RCV1000R: Mesin Prototipe vs Motor Produksi

    Rumor yang santer diperbincangkan akhir-akhir ini adalah Ducati sedang bermain trik halus dengan Magneti Marelli dan juga Dorna, dimana semua tim akan dipaksa untuk menggunakan ECU yang sama pada 2016 mendatang. Bertahun-tahun Ducati telah menggunakan ECU Magneti Marelli di MotoGP, yang kan keduanya sama-sama perusahaan Italia. Jangan lupa Ducati sekarang milik Audi, otomatis sudah jadi bagian dari VW Group.

    Magneti Marelli diduga ingin memonopoli pasar global di sektor elektronik sepeda motor. Itulah salah satu alasan kenapa pabrikan Jepang (Honda, Yamaha dan Suzuki) ngotot tak setuju dalam penggunaan ECU tunggal, belum lagi Jepang juga takut teknologinya bocor jika ECU tunggal disemarakkan. Ngomongin soal bocor, wanita adalah ahlinya gan.  :mrgreen:

    KOMENTAR