Home MotoGP Suzuki Gak Minat Turun di Open Class, Bukti MSMA Mulai Kerahkan Kekuatan

    Suzuki Gak Minat Turun di Open Class, Bukti MSMA Mulai Kerahkan Kekuatan

    SHARE

    Tim Suzuki MotoGP - Tes Sepang 2014
    MESINBALAP.com – Akhirnya pasukan MSMA pun mulai unjuk gigi, perlahan tapi pasti mereka mulai menentang regulasi ECU Tunggal yang dikomporin Dorna. Dengan tegas Suzuki menolak bahwa mereka ogah banget turun di Open class ketika mereka kembali ke MotoGP pada 2015 mendatang. Sebaliknya, Suzuki lebih berminat bermain di format factory class bersama Honda dan Yamaha.

    Meskipun Dorna memberikan banyak bonus terhadap mereka, Suzuki sama sekali tak tertarik apalagi sekedar coba-coba di Open class. Filosofi mereka dalam balapan tak jauh berbeda dari pabrikan Jepang lainnya yakni pengembangan dan itu tak bisa diganggu gugat. Suzuki juga menekankan bahwa sektor elektronik adalah hal paling penting untuk mereka kembangkan dan MotoGP tak boleh mengekangkannya.

    Kelonggaran 12 mesin per musim, 24 liter bahan bakar dan ban berkompon lebih lembut bukanlah hal menarik jika dilihat dari sudut pandang pabrikan Jepang. Bahkan dengan gamblang Suzuki mengatakan Open class itu gak keren bagi kami. Suzuki memiliki pemikiran yang sama dengan pabrikan lainnya, dimana MotoGP harus menjadi tempat untuk mengembangkan teknologi, khususnya sektor elektronik.

    Prototype Suzuki XRH-1 Inline Four-Cylinder

    Dengan menggunakan perangkat elektronik dari Magneti Marelli (hardware & software), jelas rencana Suzuki mengembangkan perangkat elektroniknya sendiri jadi kacau balau. Saat ini Suzuki menggunakan software ECU Mitsubishi pada prototype XRH-1 dan mereka mengaku tak ingin mengorbankan kesempatan dalam mengembangkannya. Honda dan Yamaha sudah lebih dulu menentang pembatasan pengembangan software ECU, tak tanggung-tanggung HRC mengancam meninggalkan MotoGP jika Dorna tetap memaksakan regulasi ECU Tunggal beserta hardware dan software-nya mulai tahun 2017.

    “Kami ingin berada dalam sebuah status yang sama dengan Honda dan Yamaha. Kami sekarang tidak berpikir bahwa Open class adalah sesuatu yang menarik bagi kami. Pemikiran Suzuki sama dengan pabrikan lainnya, dimana MotoGP harus menjadi tempat untuk mengembangkan teknologi. Dan elektronik merupakan salah satu bagian yang paling penting dari ini. Sebagai ekspresi tertinggi dari teknologi, MotoGP harus membebaskan sektor elektronik”, ujar Davide Brivio kepada MCN.

    Suzuki Test Rider Takuya Tsuda - Sepang 2014

    “Ini adalah pemikiran Suzuki dari sudut pandang engineering. Kami mengerti mengapa Dorna ingin pergi ke arah sana dalam hal penghematan biaya dan menyamaratakan performa. Kami mungkin setuju akan hal itu tapi dengan cara lain, kami ingin mendapatkan ruang sebanyak mungkin (kebebasan) untuk mengembangkan teknologi. Kami siap mengikuti permintaan Dorna, tetapi sangatlah penting kami bisa mengembangkan teknologi.”

    WAJIB BACA: Benarkah Regulasi Open Class Penuh dengan Permainan?

    Hal seperti ini sudah jadi bukti nyata bahwa anggota MSMA tak setuju penggunaan ECU Tunggal dari Magneti Marelli. Lantas mengapa hanya Honda yang selalu berteriak-teriak mengkritik setiap regulasi baru di MotoGP, sementara Yamaha lebih terkesan diam? Pabrikan Jepang yang tergabung di MSMA (Motorcycle Sports Manufacturers’ Association) adalah Honda, Yamaha, Suzuki dan Kawasaki. Nah disini Honda berperan menjadi perwakilan pabrikan Jepang untuk mengirimkan kritik dan saran mereka kepada FIM maupun Dorna. Artinya pabrikan Jepang sudah diskusi bareng sebelumnya, kurang lebih kira-kira seperti itu.

    Suzuki Test Rider  Randy de Puniet - Tes Sepang 2014

    Kompaknya aliansi pabrikan Jepang jelas akan menjadi batu sandungan terhadap rencana Carmelo Ezpeleta yang menginginkan semua tim MotoGP agar menggunakan perangkat elektronik yang sama buatan Magneti Marelli. Bahkan Ezpeleta tetap ngotot akan memaksakan regulasi baru tersebut dengan atau tanpa persetujuan dari pabrikan di MotoGP, dengan catatan jika pada 2016 nanti tidak menemukan titik terang.

    Pabrikan Jepang diduga khawatir jika Magneti Marelli memonopoli pasar global di sektor elektronik sepeda motor. MotoGP adalah balapan roda dua paling keren di bumi ini, maka dengan Magneti Marelli memasok perangkat elektronik terhadap semua tim MotoGP, jelas nilai jual produk mereka bakal lebih meroket di seluruh dunia. Singkat cerita, Magneti Marelli tak perlu membuat banyak kampanye iklan dimana-mana karena nama mereka sudah terpampang jelas di setiap MotoGP. Paham kan pemirsa?

    KOMENTAR