Home MotoGP Jalur Ke MotoGP dibuka Yamaha Indonesia tapi Harus 5 Tahun! Gak Instant...

    Jalur Ke MotoGP dibuka Yamaha Indonesia tapi Harus 5 Tahun! Gak Instant Lagi Seperti Dulu?

    SHARE

    Yamaha YZF-R6 & Jupiter Z1 - Yamaha Racing Team (YRT 2014)
    MESINBALAP.com – Masih ingatkah ente bagaimana kiprah Doni Tata di ajang balap MotoGP bersama Yamaha Indonesia, khususnya di kelas GP250cc? Tak perlu dijelaskan panjang lebar ya, karena orang Indonesia sudah pada tahu semuanya. Mungkin ini 100% bukan karena kesalahan Doni, tapi kelihatannya ada faktor memaksakan dari Yamaha Indonesia sendiri.

    Kilas balik, Doni memulai debutnya di kelas GP125cc pada tahun 2005 bersama Yamaha Indonesia, saat itu dia mendapat jatah wildcard di seri MotoGP Sepang, Malaysia. Lantas pada tahun 2007 alias setahun berikutnya, dia dapat jatah wildcard lagi di GP250 dan juga ambil bagian di All Japan Championship selama satu tahun.

    Satu tahun kemudian tepatnya pada 2008, rider lokal kelahiran Sleman ini terjun secara penuh di GP250cc bersama Yamaha Indonesia. Hasil akhirnya mengecewakan, Doni hanya mampu meraih 1 poin dari total 16 seri balapan GP250 yang dia ikuti pada tahun tersebut.

    Motor yang dipakai Doni pada saat itu adalah Yamaha TZ250 2-tak, itu motor jadul bos, lantaran pengembangan terakhir dilakukan Yamaha pada tahun 2002 saat Sahrol Yuzi (rider Malaysia) main-main di GP250. Makanya dari segi performa mesin dan spesifikasi semuanya sudah ketinggalan jaman, jadinya ya diasapin pacuan-pacuan dari Aprilia, KTM, Gilera dan Honda.

    Doni Tata Pradita GP250cc, 2008

    Itu sebabnya Doni jadi bulan-bulanan di GP250, lantaran dari segi motor sudah jadul dan dari sisi penjenjangan juga amburadul “kebiasaan naik bebek trus dipaksa naik kuda dalam waktu singkat” :mrgreen: , skill Doni pun mungkin belum terasah bener saat itu. Baca disini “3 Pembalap MotoGP dari Asia Tenggara”.

    Setelah itu, ceritanya si Doni dibuang ke balap WSS pada tahun 2009, kemudian pada 2010-2012 dia kembali ke balapan lokal bersama Yamaha dan pada 2013 Doni direkrut tim Federal Oil Gresini untuk bertarung di kelas Moto2 menggunakan pacuan Suter bermesin Honda 600cc. Jujur, hasilnya sangat-sangat gak oke.

    Tapi itu hanyalah segelintir kisah Doni di masa lampau, kini Yamaha Indonesia menawarkan konsep penjenjangan pembalap hingga lima tahun untuk menuju ke arena MotoGP. Konsep ini menurut Yamaha adalah rencana jangka panjang 5 tahun mulai tahun 2014 sampai 2018. Berikut konsep penjenjangan lima tahun ala Yamaha Indonesia:

    • 2014: Joint IRS / Kejurnas Supersport & Suzuka 4 Hours (Focus R Series Race)
    • 2015: Joint AARC (Asia Road Racing Championship)
    • 2016: Joint All Japan Championship atau Spain Championsip
    • 2017: Joint All Japan Championship atau Spain Championsip
    • 2018: Joint Yamaha Team Racing at Moto 2 as a Team (not only rider)

    Pada penghujung tahun ke-5 alias pada 2018, Yamaha menggulirkan tim Moto2 mereka dengan mesin Yamaha, jadi bukan hanya pembalapnya dari Yamaha. Sejak tahun 2010 sampai tahun ini mesin di kelas Moto2 masih disuplai oleh Honda dengan menggunakan basis mesin CBR600RR versi oprekan HRC. Sedangkan sasisnya menggunakan versi prototipe, seperti sasis buatan Suter, Kalex, FTR, Moriwaki, Speed Up dan Motobi.

    Lineup Yamaha Racing Team Indonesia

    Untuk tahun 2018 mungkin kisahnya akan berbeda, bisa saja pacuan-pacuan di Moto2 nantinya tak hanya menggunakan mesin Honda, tapi juga dari Yamaha. Jadi spesis burungnya bakal beraneka ragam, tak hanya satu macam saja.  :mrgreen:

    Dalam acara peresmian Yamaha Racing Team Indonesia (YRT 2014) hari ini, YIMM mengatakan bahwa rencana jangka panjang ini menekankan pada konsistensi dan proses untuk mencapai tujuan strategi Yamaha. Mengasah kemampuan pembalap dan mekanik dulu, setelah itu prestasi akan mengikuti. Mereka bilang ini bukanlah proses instant dan cepat dan tak mau buru-buru lagi ke MotoGP. Jadi gak instant lagi seperti dulu ya Om?

    KOMENTAR