Home MotoGP Losail, Qatar Soal Open Class, Marquez Berkomentar “Masing-Masing Punya Kelebihan dan Kekurangan”

    Soal Open Class, Marquez Berkomentar “Masing-Masing Punya Kelebihan dan Kekurangan”

    SHARE

    Marquez-Pedrosa
    MESINBALAP.com – Marc Marquez punya pendapat sendiri soal regulasi Open class yang digulirkan penyelenggara MotoGP mulai musim ini. Pacuan-pacuan yang bermain dibawah bendera Open class akan terlihat mulai sesi free practice 1 MotoGP Qatar hari ini.

    Ducati Desmo GP14 dan FTR-Yamaha M1 merupakan prototipe resmi yang diterjunkan ke format baru ini. Sedangkan Honda RCV1000R bukanlah motor prototipe alias hanya versi produksi balap. Tapi tampaknya RCV1000R lebih disesuaikan dengan aturan Open class yang sesungguhnya, meski secara performa masih jeblok dibanding DUcati GP14 dan FTR-Yamaha M1 milik Forward Racing.

    Marquez menilai bahwa regulasi baru ini sedikit membingungkan bagi para fans MotoGP. Masalahnya, Dorna terlalu sering merubah regulasi balap MotoGP dalam jangka waktu yang relatif pendek. Sekarang ada tiga format di kasta tertinggi balap MotoGP – Open, Factory 2 dan Factory (murni).

    “Bagi para fans, mungkin (regulasi) itu akan menjadi lebih aneh karena peraturan telah berubah sebanyak dua atau tiga kali. Pada awalnya mereka mengatakan ada dua kategori “Factory dan Open”. Tapi sekarang mereka punya kategori lainnya (Factory 2). Saya nggak tahu situasinya”, komentar Marc Marquez, dilansir dari Crash.

    Namun, di mata Marquez, Factory dan Open class masing-masing punya kelebihan dan kekurangan, meski pada akhirnya akan sangat mirip. Open class diberikan keuntungan 12 mesin/musim, 12 liter bahan bakar dan ban Bridgestoner berkompon ekstra lunak. Selain itu, pengembangan mesin dibebaskan sepanjang tahun ini dan diijinkan melakukan pengujian kapan saja.

    Sedangkan Factory mendapat pembatasan dengan 5 mesin/musim, 20 liter bahan bakar, pilihan ban Bridgestone yang terbatas dan dilarang mengembangan mesin sepanjang musim balap berjalan. Selain itu, tim yang bermain dibawah status Factory tidak diijinkan terlalu sering melakukan pengujian motor.

    “Pokoknya pada akhirnya akan sangat mirip. Open class dan Factory masing-masing akan memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Tapi saya pikir semua orang bekerja agar (balap MotoGP) hanya punya satu kategori, karena namanya hanya “MotoGP”, tetapi mereka perlu waktu (untuk mengubahnya)”, pungkasnya.

    KOMENTAR