Home MotoGP Jelang MotoGP Austin 2014: Rossi Akui Gak Rugi Gaet Galbusera

    Jelang MotoGP Austin 2014: Rossi Akui Gak Rugi Gaet Galbusera

    SHARE

    Valentino Rossi, Movistar Yamaha, Qatar 2014
    MESINBALAP.com – Perpisahan Valentino Rossi dengan Jeremy Burgess tahun lalu tentu sangat disayangkan oleh beberapa pihak. Menganti Burgess dengan Galbusera bagi Rossi sama halnya dengan melakukan taruhan berbahaya. Pasalnya kepala mekanik barunya tersebut tak punya pengalaman sama sekali di MotoGP.

    Namun, kini setelah seri MotoGP Qatar usai digelar, Valentino Rossi mengakui bahwa taruhan berbahaya itu sudah terbayarkan setelah dia menyabet podium kedua di Qatar. Terlebih lagi mampu duel melawan pembalap muda yang trengginas macam Marc Marquez. Meski hasil taruhan berbahaya tersebut belumlah terbayar lunas, karena masih ada 17 seri MotoGP lagi.

    Hal itu bagi Rossi sudah cukup jadi bukti bahwa cara kerja Silvano Galbusera bisa diandalkan dan layak menggantikan posisi mbah Burgess. Selama bertahun-tahun Rossi telah ditemani Burgess sejak debut pertamanya di kelas GP500cc pada tahun 2000 silam.

    “Tahun lalu saya melakukan taruhan yang sangat berbahaya, karena Galbusera gak punya pengalaman di MotoGP. Saya mengenalnya dari Superbike saat saya mencoba (Yamaha R1) dengan kondisi patah kaki pada tahun 2010 silam”, ujar Rossi.

    “Saya merasa sangat baik dengan dia tapi kau tahu itu adalah taruhan (berbahaya). Tapi saya sangat senang karena dia bekerja sangat baik. Saya pikir tahun ini saya bisa menjadi lebih kuat karena kami mampu bekerja lebih banyak, terutama mencoba menyempurnakan setting M1 untuk balapan.”

    Valentino Rossi, Silvano Galbusera, Lin Jarvis

    “(Balapan pembuka MotoGP Qatar) tahun lalu juga luar biasa, tetapi di balapan lainnya saya mengalami masalah yang lebih banyak. Saya merasa lebih kuat, saya mampu memacu dengan cara yang lebih baik. Saya bekerja lebih baik dengan tim.”

    Sebelumnya seperti yang pemirsa ketahui, Burgess adalah mantan kepala mekanik Mick Doohan di Repsol Honda. Cidera parah memaksa Doohan untuk pensiun pada tahun 1999, Burgess sendiri juga ingin pensiun saat itu lantaran gak tega lihat banyak pembalap yang ndlosor di lintasan. Saat Rossi dapat tawaran bergabung dengan Honda, Rossi bilang OKE jika yang menjadi engineernya adalah Burgess.

    Normal jika Rossi menganggapnya sebagai sebuah taruhan berbahaya, lantaran mbah Burgess juga sudah menemaninya dalam waktu yang sangat lama. Sedangkan Galbusera baru ia kenal sebentar, terlebih gak punya banyak pengalaman di MotoGP. Pengalamannya hanya menjadi kepala mekanik Yamaha di balap WSBK dan WSS.

    KOMENTAR