Home MotoGP MotoGP 2014: Ini Alasan Yamaha Menolak Permintaan Lorenzo yang Ingin Coba M1...

    MotoGP 2014: Ini Alasan Yamaha Menolak Permintaan Lorenzo yang Ingin Coba M1 Open Class

    SHARE

    Tim Movistar Yamaha Lorenzo, Qatar MotoGP
    MESINBALAP.com – Tentu sampeyan masih ingat kan tentang keinginan Jorge Lorenzo untuk mencoba Yamaha M1 spek Open class? Saat itu tim Garpu Tala memang menolak mentah-mentah keinginan Lorenzo, tapi mereka belum menjelaskan apa alasannya.

    Kali ini melalui Lin Jarvis Yamaha menjelaskan tentang alasan fundamental mereka untuk tidak mengijinkan Lorenzo mencoba pacuan M1 Open class. Seperti yang sudah-sudah, banyak pembalap Factory yang terkejut dengan performa pacuan Forward Yamaha yang ditunggangi Aleix Espargaro, termasuk Jorge Lorenzo.

    Bahkan Lorenzo sampai dua kali merengek minta ke Yamaha agar diijinkan untuk mencoba M1 Open class milik Aleix, tapi gak digubris oleh Yamaha. Menurut MCN, Lorenzo tergoda dengan bonus 24 liter bahan bakar dan ban ekstra lembut dari Bridgestone yang diberikan secara khusus untuk tim Open class.

    Dengan bonus tersebut Lorenzo merasa bakal lebih gampang merebut gelar juara dunia MotoGP dari genggaman Marc Marquez. Pembalap Movistar Yamaha tersebut tergoda dengan opsi Open class lantaran melihat hasil gemilang yang diraih Aleix Espargaro dalam tiga sesi tes pra-musim MotoGP 2014.

    Namun, Yamaha memandang keputusan Lorenzo itu sebagai tindakan konyol dan tidak masuk akal. Ya iyalah gengsi juga coy ngelawan Honda menggunakan motor Open class dengan banyak bonus pula.

    Jorge Lorenzo, Qatar MotoGP

    Lagi pula, Yamaha M1 spek pabrikan juga sudah cukup handal untuk melawan Honda RC213V geberan Marquez. Jadi buat apa pergi ke Open class kalau sudah punya pacuan yang oke?

    “Banyak pembalap menjadi terkejut dengan performa beberapa motor Open class dan dari sudut pandang mereka, mereka hanya punya satu misi yaitu untuk menang. Tapi kadang-kadang pembalap melihat semuanya dalam jangka pendek saja dan mereka melihat hari ini karena anda tidak bisa melihat catatan waktu selama dua bulan”, ujar Lin Jarvis kepada MCN.

    “Logikanya mereka akan menantang keputusan kami dan mengatakan ‘Mengapa kita tidak mencoba ini saja?”

    Lantas bos Movistar Yamaha tersebut menambahkan bahwa engineer Yamaha terus berpikir ke depan dengan strategi mereka dalam memecahkan setiap masalah, bukannya tergoda dengan opsi Open class. Ban berkompon ekstra lunak pun juga tak mungkin bisa digunakan dalam balapan, kata Jarvis.

    Jorge Lorenzo - Free Practice MotoGP Qatar 2014

    “Sudah menjadi tugas mereka untuk memaksa kami. Tapi pekerjaan engineer adalah terus berpikir ke depan tentang strategi dan memahami mengapa masalah ini bisa terjadi. Punya ban berkompon ekstra lunak tentu merupakan keuntungan besar, tapi apa anda benar-benar bisa menggunakannya dalam balapan?”, tanya Jarvis, yang seakan menyindir Lorenzo.

    Tekad Yamaha sepertinya sudah benar-benar bulat pergi ke format Factory class bersama rival Jepang-nya Honda dan mereka tak punya alasan lain untuk mengubah strategi tersebut.

    “Masih banyak hal lainnya yang perlu diperhitungkan ke dalam hasil balapan dibandingkan hanya melihat pada waktu tes. Kami telah memutuskan masuk ke kategori Factory dan kami tidak melihat alasan apapun untuk mengubah strategi itu”, pungkas bos Yamaha MotoGP itu.

    KOMENTAR